Minggu, 11 Juni 2017

THR Lebaran

THR Lebaran

THR Lebaran - Bertanya Jawab Sekitar Tunjangan Hari Raya (THR)
Tunjangan Hari Raya (THR) : Gajimu menjawab pertanyaan tentang Apakah itu THR, perhitungan besarnya THR yang memiliki hak Kamu bisa, hukum yang mengatur tentang THR, siapapun yang memiliki hak memperoleh THR, bagaimana jika perusahaan tidak mematuhi ketetapan THR
Bln. Ramadhan adalah barokah untuk beberapa umat Muslim. Sebentar lagi, hari kemenangan yang dinanti – tunggulah juga tiba. Telah jadi kebiasaan kultural di Indonesia jika mendekati Hari Raya Idul Fitri, beberapa pekerja memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) hingga pekerja bisa memanjakan keluarga mereka dengan baju baru, peralatan alat Sholat, hidangan lezat di Hari Raya atau sebatas melepas capek berbarengan keluarga.



Apa yang disebut dengan THR?
Adakah Undang-Undang atau ketentuan yang mengatur tentang THR?
Siapa yang harus membayar THR?
Apakah semuanya pekerja memiliki hak memperoleh THR?
Berapakah besar THR yang perlu diberi pada pekerja?
Apa yang disebut dengan gaji dalam pertanyaan diatas? Apakah cuma upah pokok atau take home pay?
Bagaimana caranya mengkalkulasi THR?
Apakah perusahaan bisa membayar THR lebih tinggi dari yang diputuskan oleh Ketentuan Menteri yang berlaku?
Apakah Karyawan Non-Muslim Juga Memiliki hak Atas THR Lebaran?
Apakah Perusahaan bisa memotong THR karna pekerja mempunyai utang pada perusahaan?
Perusahaan aku membayar THR berbentuk barang, apakah itu dibolehkan?
Kapan Perusahaan harus membayar THR?
Bagaimana jika Kamu dipecat (PHK) sebelumnya hari Raya? Apakah tetaplah dapat memperoleh THR?
Bagaimana ketetapan pembagian THR untuk pekerja yang mengundurkan diri/resign sebelumnya pembagian THR?
Apakah Entrepreneur memperoleh denda atau sangsi jika terlambat membayar THR?

Bagaimana bila entrepreneur tidak ingin membayar THR?
Apa yang dapat Kamu kerjakan jika perusahaan tidak mematuhi ketetapan hak THR Kamu?


Apa yang disebut dengan THR? 

Tunjangan Hari Raya Keagamaan atau umum dimaksud THR yaitu hak pendapatan pekerja yang harus dibayarkan oleh Entrepreneur pada pekerja mendekati Hari Raya Keagamaan yang berbentuk uang.

Hari Raya Keagamaan di sini yaitu Hari Raya Idul Fitri untuk pekerja yang beragama Islam, Hari Raya Natal untuk pekerja yang beragama Kristen Katholik serta Protestan, Hari Raya Nyepi untuk pekerja bergama Hindu serta Hari Raya Waisak untuk pekerja yang beragama Buddha.



Adakah Undang-Undang atau ketentuan yang mengatur tentang THR?
Ada, yakni Ketentuan Menteri Tenaga Kerja serta Transmigrasi No. 6 Th. 2016 mengenai Tunjangan Hari Raya Keagamaan Untuk Buruh/Pekerja di Perusahaan di mana ketentuan ini menukar Ketentuan Menteri Tenaga Kerja serta Transmigrasi No. PER. 04/MEN/1994.

Siapa yang harus membayar THR?
Berdasar pada Permenaker No. 6/2016, tiap-tiap orang yang mempekerjakan orang lain dengan imbalan gaji harus membayar THR, baik itu berupa perusahaan, perseorangan, yayasan atau perkumpulan.



Apakah semuanya pekerja memiliki hak memperoleh THR?
Sesuai sama yang tercantum di Permenaker No. 6/2016 pasal 2, entrepreneur diharuskan untuk berikan THR Keagamaan pada pekerja yang sudah memiliki saat kerja 1 (satu) bln. atau lebih dengan terus-menerus. Ketentuan ini tidak membedakan status pekerja apakah sudah jadi karyawan tetaplah, karyawan kontrak atau karyawan paruh saat.

Berapakah besar THR yang perlu diberi pada pekerja?

Apa yang disebut dengan gaji dalam pertanyaan diatas? Apakah cuma upah pokok atau take home pay?
Yang disebut gaji di sini yaitu gaji tanpa ada tunjangan yang disebut gaji bersih atau gaji pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetaplah sesuai sama Permenaker No. 6/2016 pasal 3 ayat 2.

Bagaimana caranya mengkalkulasi THR?
Apakah perusahaan bisa membayar THR lebih tinggi dari yang diputuskan oleh Ketentuan Menteri yang berlaku?
Bisa. Jika perusahaan mempunyai ketentuan perusahaan (PP), atau Kesepakatan Kerja Berbarengan (PKB), atau perjanjian kerja yang berisi ketetapan jumlah THR lebih dari ketetapan Permenaker No. 6/2016 itu, jadi jumlah yang lebih tinggi yang berlaku.

Jadi, kadang-kadang ada perusahaan yang memberi THR sebesar 2 bln. upah/3 bln. upah diliat dari saat kerja karyawan itu. Ketentuan Menteri tidak mengatur tentang hal itu, ketetapan itu ditata oleh semasing perusahaan lewat mempunyai ketentuan perusahaan (PP), atau Kesepakatan Kerja Berbarengan (PKB).

Demikian sebaliknya, jika ada ketetapan yang mengatur jumlah THR lebih kecil dari ketetapan yang ditata oleh ketentuan itu, jadi yang berlaku yaitu ketetapan Permenaker No. 6/2016.

Apakah Karyawan Non-Muslim Juga Memiliki hak Atas THR Lebaran?
THR adalah keharusan yang perlu dibayar oleh entrepreneur pada pekerja mendekati Hari Raya Keagamaan. Yang disebut dengan Hari Raya Keagamaan berdasar pada Pasal 1 ayat 2 Permenaker No. 6/2016 yaitu adalah Hari Raya Idul Fitri untuk pekerja yang beragama Islam, Hari Raya Natal untuk pekerja yang beragama Kristen Katholik serta Protestan, Hari Raya Nyepi untuk pekerja yang beragama Hindu serta Hari Raya Waisak untuk pekerja yang beragama Budha. Jadi, THR bukan sekedar diberi pada pekerja yang beragama Islam saja, tetapi diberi pada pekerja semuanya agama.

Berdasar pada pasal 5 ayat 1 Permenaker No. 6/2016, pembayaran THR itu diberi satu kali dalam satu tahun serta sesuai dengan Hari Raya Keagamaan semasing pekerja. Walau demikian, ada saatnya seseorang pekerja memperoleh THR tidak di hari raya keagamaan yang dirayakan agamanya, tetapi di hari raya keagamaan agama lain.

Seperti yang dijelaskan dalam pasal 5 ayat 3 Permenaker No. 6/2016, pemberian THR sesuai dengan Hari Raya Keagamaan semasing pekerja terkecuali perjanjian entrepreneur serta pekerja memastikan lain. Kesepakan ini mesti dituangkan dalam kesepakatan kerja, ketentuan perusahaan, atau kesepakatan kerja berbarengan. Jadi, bila ada perjanjian Kamu serta entrepreneur kalau THR Kamu dibayarkan berbarengan dengan hari raya keagamaan lain, jadi Kamu memperoleh THR di hari raya keagamaan yang disetujui itu.

Apakah Perusahaan bisa memotong THR karna pekerja mempunyai utang pada perusahaan?
Berdasar pada Pasal 24 Ketentuan Pemerintah No. 8 Th. 1981 mengenai Perlindungan Gaji, THR jadi pendapatan pekerja dapat saja dipotong oleh entrepreneur karna pekerja mempunyai utang di perusahaan. Dengan catatan, pemotongannya itu tidak bisa lebih dari 50% dari tiap-tiap pembayaran gaji yang semestinya di terima. Pemotongan THR tidak bisa lebih dari 50% mempunyai tujuan supaya pekerja yang berkaitan tetaplah bisa merayakan hari raya keagamaannya.

Serta butuh diutamakan kalau angsuran utang pekerja ke perusahaan itu mesti ada bukti tertulisnya.



Perusahaan aku membayar THR berbentuk barang, apakah itu dibolehkan?
Menurut Permenaker No. 6/2016 pasal 6, THR diberi berbentuk uang dengan ketetapan memakai mata uang rupiah Negara Republik Indonesia.

Kapan Perusahaan harus membayar THR?
THR mesti diberi paling lambat tujuh hari sebelumnya lebaran (H-7) hari keagamaan pekerja supaya berikan keleluasaan untuk pekerja menikmatinya berbarengan keluarga.

Bagaimana jika Kamu dipecat (PHK) sebelumnya hari Raya? Apakah tetaplah dapat memperoleh THR?



Bagaimana ketetapan pembagian THR untuk pekerja yang mengundurkan diri/resign sebelumnya pembagian THR?
Apakah Entrepreneur memperoleh denda atau sangsi jika terlambat membayar THR?
Ya. Menurut Permenaker No. 6/2016 pasal 10, entrepreneur yang terlambat membayar THR pada pekerja/buruh bakal dikenai denda sebesar 5% (lima %) dari keseluruhan THR yang perlu dibayar mulai sejak selesainya batas saat keharusan Entrepreneur untuk membayar.

Pengenaan denda ini bukanlah bermakna menyingkirkan keharusan Entrepreneur untuk tetaplah membayar THR pada pekerja/buruh.

Bagaimana bila entrepreneur tidak ingin membayar THR?
Entrepreneur yang tidak mematuhi ketetapan pembayaran THR bakal diancam dengan hukuman sesuai sama ketetapan pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Th. 1969 mengenai Ketentuan-ketentuan Pokok tentang Tenaga Kerja. Hukuman pidana kurungan ataupun denda.

Apa yang dapat Kamu kerjakan jika perusahaan tidak mematuhi ketetapan hak THR Kamu?
Yang dapat Kamu kerjakan yaitu adukan problem ini ke Dinas Tenaga Kerja setempat. Diluar itu, Kamu juga dapat ajukan tuntutan perselisihan hak ke Pengadilan Jalinan Industrial di propinsi tempat Kamu bekerja.

Baca semakin banyak :

Kalkulasi THR

PKH serta THR

Sumber :

Indonesia. Ketentuan Menteri Tenaga Kerja serta Transmigrasi No. 6 Th. 2016 mengenai Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Untuk Pekerja di Perusahaan

Indonesia. Ketentuan Pemerintah No. 8 Th. 1981 mengenai Perlindungan Upah

Kamu alami problem dengan Gaji atau Hak Tunjangan Hari Raya Kamu? Isi Formulir Pengaduan, kami bakal menyatukan serta melanjutkan masukan Kamu ke pihak yang berwenang

Berapakah upah Anda? Silahkan isi di Survey Gaji

cara menghitung thr
tunjangan hari raya
perhitungan thr karyawan kontrak,perhitungan thr 2017
cara menghitung thr 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar