Senin, 14 Agustus 2017

Contoh Tugas Staff Marketing

Contoh Tugas Staff Marketing

Contoh Tugas Staff Marketing - Untuk menyiapkan diri jadi seseorang pemasar yang baik seorang mesti mengerti apakah itu pemasaran, bagimana dia bekerja/beroperasi, apa yang perlu di pasarkan, pada siapa product di pasarkan, serta bagaimana memasarkannya. 


Bacalah juga : Perlunya Peranan Pemasaran 

A. Apa Pengertian Dari Pemasaran Itu? 

Pemasaran terkait dengan mengidentifikasi serta penuhi keperluan manusia serta sosial. Dengan hal tersebut marketing untuk perusahaan yaitu penuhi keperluan dengan untungkan. 

Pengertian Pemasaran dari AMA (American Marketing Association) : Pemasaran yaitu peranan organisasional serta seperangkat sistem untuk membuat, mengkomunikasikan, serta menyerahkan nilai pada pelanggan serta untuk mengelola hubungan dengan pelanggan dengan beberapa cara yang untungkan untuk organisasi serta semuanya pemangku kebutuhan (Stakeholder). 

Pengertian dari Kotler : Pemasaran yaitu sistem sosial dimana individu-individu serta beberapa grup peroleh apa yang mereka perlukan (needs) serta kehendaki (wants) lewat penciptaan, penawaran, serta pertukaran dengan bebas dari barang serta layanan yang bernilai dengan pihak beda. 

Sedang pengertian manajemen pemasaran yaitu seni serta ilmu dan pengetahuan mengenai langkah pilih pasar tujuan serta memperoleh, pelihara hubungan serta tingkatkan jumlah pelanggan lewat sistem kreasi, menyerahkan, serta mengkomunikasikan nilai pelanggan yang superior. 

B. Pertukaran serta Transaksi 

Didalam pemasaran seorang peroleh apa yang ia iginkan lewat sistem pertukaran serta transaksi. Hingga pertukaran yaitu rencana inti dari pemasaran, yang disebut satu sistem untuk peroleh product yang diinginkan dari pihak beda lewat cara tawarkan suatu hal jadi gantinya. 

Supaya pertukaran itu berlangsung jadi dibutuhkan : 

Tanggung Jawab Marketing


1. Sekurang-kurangnya dua pihak yang ikut serta dalam pertukaran. 
2. Tiap-tiap pihak mesti mempunyai satu yang dikehendaki pihak yang lain. 
3. Ke-2 pihak mempunyai kekuatan berkomunikasi serta merampungkan pertukaran. 
4. Keduanya bebas untuk terima atau menampik tawaran dari pihak yang beda. 
5. Keduanya mesti mempunyai hasrat untuk lakukan " deal " dengan pihak yang lain. 

Didalam tiap-tiap pertukaran ke-2 belah pihak berusaha untuk hingga disuatu kriteria yang sama-sama disetujui, serta hal tersebut yang membuat transaksi yakni pertukaran nilai pada dua pihak atau lebih. 

Contoh : 
Konsumen dengan Penjual = Pertukaran antarpribadi 

Market serta Industri = Pertukaran pada sekumpulan peminat product yang sama pasar serta sekumpulan produsen yang hasilkan product yang sama (industri) 




C. Apa yang Bisa Dipasarkan 

Ada 10 jenis entities yang bisa jadi objek marketing, yakni : 
1. Barang (goods) 
2. Jasa-pelayanan (services) 
3. Momen (moments) 
4. Pengalaman (experiences) 
5. Orang (person) 
6. Tempat (places) 
7. Property (properties) 
8. Organisasi (organizations) 
9. Info (informations) 
10. Inspirasi (ideas) 

D. Siapa yang pasarkan 

- Pemasar serta prospek 
pemasar yaitu seorang atau instansi yang mencari respon (tanggapan, attention, order pembelian, pemberian nada, atau donasi) dari pihak yang beda yang dimaksud prospek. 

- Manajer pemasaran berusaha untuk memengaruhi tingkat keinginan, timing serta komposisi dari keinginan untuk penuhi maksud organisasi. 

- Type Keinginan : 

1. Keinginan yang negatif : keinginan yang berlangsung karna ada suatu hal yg tidak disenangi atau dijauhi. 

2. keinginan yang noneksisten : keinginan pada product yang sesungguhnya kurang diakui, 

3. keinginan latent : keinginan yang relatif kurang tercukupi. 

4. keinginan yang alami penurunan : keinginan yang berlangsung karna product mulai seringkali tidak diperlukan jadi kurang seringkali diperlukan. 

5. keinginan yg tidak teratur : keinginan yang sifatnya musiman. 

6. keinginan penuh : keinginan yang berlangsung disebabkan pembelian dalam jumlah yang ideal. 

7. keinginan yang overfull : keinginan yang berlangsung karna ada makin banyak konsumennya. 

8. keinginan yang unwholesome : keinginan atas product uang sesungguhnya menarik tetapi mempunyai konsekwensi sosial yang kurang dikehendaki. 

E. Pasar (Markets) 

Bisa disimpulkan jadi : 

1. dalam makna fisik : dimana konsumen serta penjual berjumpa lakukan pertukaran. 

2. dalam makna ekonomi : sekumpulan konsumen serta penjual yang lakukan transaksi atas product spesifik atau kelas product spesifik/ 

3. tim market : kelompok konsumen yang digolongkan lewat cara spesifik, umpamanya pasar product (pasar barang, pecah belah, (pasar sanim deterjen), pasar demogragfis (pasar sepatu anak, pasar baju wanita), pasar geografis (pasar JKT, pasar nasional). 

Pasar dapat juga digolongkan jadi : 
1. Pasar customer, 
2. pasar usaha, 
3. pasar internasional 
4. pasar pemerintah 
5. pasar suplier 
6. pasar penjual 


F. Market Place, Market Species, serta Meta Market 

Market places pasar dalam makna fisik seperti toko penjual barang eceran. Market species mempunyai makna digital (pasar maya) seperti apabila seorang beli suatu hal lewat internet (on-line marketing). Meta market menerangkan sekumpulan pasar barang serta layanan yang berbentuk komplementer, yang mempunyai hubungan dekat keduanya didalam benak customer, tetapi menyebar di beberapa grup industri. Contoh meta market automobil terbagi dalam pasar mobil pada dealer showroom, service station tempat pelihara serta melakukan perbaikan mobil, pasar suku cadang mobil, mekanik mobil dsb.

Senin, 31 Juli 2017

Perbedaan Pegawai Tetap dan Tidak Tetap

Perbedaan Pegawai Tetap dan Tidak Tetap

Perbedaan Pegawai Tetap dan Tidak Tetap - Pemilihan pegawai tetaplah serta pegawai tidak tetaplah oleh pemberi kerja (perusahaan) memastikan hak, keharusan, serta sarana pajak yang juga akan di terima pegawai. Semasing instansi memiliki langkah sendiri yang berlainan dalam mendeskripsikan pengertian pegawai tetaplah serta pegawai tidak tetaplah. Salah satunya UU nomor 13 th. 2003 mengenai ketenagakerjaan serta Ketentuan Menteri Tenaga Kerja serta Transmigrasi nomor 100 th. 2004 dan Ketentuan Dirjen Pajak nomor 31/PJ/2009 mengenai Dasar Tehnis Tata Langkah Pemotongan, Penyetoran serta Pelaporan Pajak Pendapatan Pasal 21 serta/atau Pajak Pendapatan Pasal 26 Berkenaan dengan Pekerjaan, Layanan, serta Aktivitas Orang Pribadi.

Seperti beberapa topik artikel yang beda, topik artikel ini berdasar pada keyword pencarian dari Google yang datang ke situs (blog) dengan keinginan Google juga akan mengindeks artikel ini serta dikunjungi oleh pencari keyword selanjutnya. Kwalitas artikel tidak perlu, asal diindeks dahulu dari jumlah artikel. Dengan hal tersebut aku tidak menyarankan Kamu mereferensi artikel ini tanpa ada penambahan dari sumber beda.

Ketidaksamaan Pegawai Tetaplah dengan Pegawai Tidak Tetap


Berdasar pada Ketentuan Dirjen Pajak nomor 31/PJ/2009, pengertian :
“Pegawai tetaplah yaitu pegawai yang terima atau peroleh pendapatan dalam jumlah spesifik dengan teratur, termasuk juga anggota dewan komisaris serta anggota dewan pengawas yang dengan teratur terus-terusan turut mengelola aktivitas perusahaan dengan segera, dan pegawai yang bekerja berdasar pada kontrak untuk satu periode waktu spesifik selama pegawai yang berkaitan bekerja penuh (full time) dalam pekerjaan itu. ”

“Pegawai tidak tetaplah/tenaga kerja terlepas yaitu pegawai yang cuma terima pendapatan jika pegawai yang berkaitan bekerja, berdasar pada jumlah hari bekerja, jumlah unit hasil pekerjaan yang dibuat atau penyelesaian satu type pekerjaan yang disuruh oleh pemberi kerja. ”
Sedang, “Penerima Pendapatan Bukanlah Pegawai yaitu orang pribadi terkecuali pegawai tetaplah serta pegawai tidak tetaplah/tenaga kerja terlepas yang peroleh pendapatan dengan nama serta berbentuk apa pun dari Pemotong PPh Pasal 21 serta/atau PPh Pasal 26 jadi imbalan atas pekerjaan, layanan atau aktivitas spesifik yang dikerjakan berdasar pada perintah atau keinginan dari pemberi pendapatan. ”

Perbedaan Pegawai Tetap dan Tidak Tetap


Dalam praktek pengisian SPT PPh Pasal 21 mungkin saja juga akan bimbang mengelompokkan status pegawai termasuk juga pegawai tetaplah, tidak tetaplah, atau bukanlah pegawai karna konsekwensi hukumnya beda. Terkecuali status, frekwensi langkah pembayaran imbalan/gaji/upah juga juga akan memengaruhi nilai pajak yang perlu dipotong.
Misalnya, imbalan yang berbentuk berkaitan, (dibayarkan lebih dari 1x dalam setahun kalender) berkenaan dengan pekerjaan, layanan, atau aktivitas, jadi penerima imbalan memiliki hak memperoleh pengurang Pendapatan Tidak Terkena Pajak (PTKP). Terkecuali pengurang PTKP, pegawai tetaplah memiliki hak memperoleh pengurang penambahan yakni cost jabatan, sebesar 5% (lima %) dari pendapatan bruto.
Pemilihan status pegawai tetaplah, tidak tetaplah atau bukanlah pegawai juga akan memengaruhi langkah mengkalkulasi pajak serta besarnya pajak yang perlu dipotong. Diluar itu tenaga pakar juga memperoleh perlakuan spesial dalam pemotongan pajak oleh pemberi kerja.

Rencana pengelompokan pegawai tetaplah merujuk pada pegawai yang teratur bekerja dengan penuh serta turut mengelola aktivitas usaha. Pegawai tidak tetaplah (pegawai musiman) merujuk pada pegawai yang di beri imbalan berbentuk gaji harian serta type pekerjaan tidak menyaratkan mempunyai ketrampilan spesifik, misalnya buruh tukang gunakan batu pembuatan tempat tinggal, pemetik buah yang dipekerjakan saat panen. Sedang bukanlah pegawai diangkat oleh pemberi kerja untuk kerjakan pekerjaan penunjang aktivitas yang berbentuk temporer pada unit usaha misalnya tenaga pakar, pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, serta aktuaris, pembawa acara, pemain musik, dan sebagainya.

Pemberi kerja harus memotong pajak atas gaji, upah, imbalan apapun yang dibayarkan pada pegawai. Walau demikian bila pemberi kerja tidak memotong PPh pasal 21, jadi penerima pendapatan harus mengkalkulasi, menyetor, serta memberikan laporan sendiri dengan hak peroleh pengurang PTKP serta cost jabatan walau mengkalkulasi sendiri. Dasarnya yaitu Ketentuan Dirjen Pajak KEP – 207/PJ./2001 pasal 2 ayat 2, yang masih tetap berlaku hingga terbitnya ketentuan proses PMK 183/PMK. 03/2007.

Cuplikan pasal 2 ayat 2, “Bagi Harus Pajak orang pribadi yang memiliki keharusan membayar cicilan Pajak Pendapatan Pasal 25 dalam th. pajak jalan karna terima/peroleh pendapatan teratur yg tidak terserang pemotongan/pemungutan Pajak Pendapatan Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23, serta atau Pajak Pendapatan Final, meskipun bukanlah adalah pendapatan dari usaha serta atau pekerjaan bebas, jadi atas keharusan pembayaran cicilan Pajak Pendapatan Pasal 25 itu tetaplah mesti dilaporkan pembayarannya dengan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pendapatan Pasal 25”.

perbedaan pegawai tetap dan tidak tetap
pengertian karyawan tetap menurut para ahli
pegawai tetap pph pasal 21
sebutkan pejabat negara adalah
pengertian pegawai honorer
keuntungan menjadi karyawan tetap
pengertian karyawan outsourcing
perabot kantor adalah